Showing posts with label Agama. Show all posts
Showing posts with label Agama. Show all posts

Sunday, June 1, 2014

Al Quran _diambil dari buku Quraish Shihab

Al Quran yang secara harfiah berarti “bacaan sempurna” merupakan suatu nama pilihan Allah yang sungguh tepat. Karena tiada satu bacaan pun sejak manusia mengenal tulis-baca lima rabu tahun yang lalu yang dapat menandingi Al Quran Al Karim, bacaan sempurna lagi mulia ini.
Tiada bacaan semacam Al Quran yang dibaca oleh ratusanjuta orang yang tidak mengerti artinya dan atau tidak dapat menulis dengan aksaranya. Bahkan dihafal huruf demi huruf oleh orang dewasa, remaja, dan anak ¬– anak.
Tiada bacaan melebihi Al Quran dalam perhatian yang diperolehnya, bukan saja sejarahnya secara umum, tetapi ayat demi ayat, baik dari segi masa, musim, dan saat turunnya, sampai kepada sebab – sebab serta waktu – waktu turunnya.
Tiada bacaan seperti Al Quran yang dipelajari bukan hanya susunan redaksi dan pemilihan kosakatanya, tetapi juga kandungannya yang tersurat, tersirat bahkan sampai kepada kesan yang ditimbulkannya. Semua dituankan dalam jutaan jilid buku, generasi demi generasi. Kemudian apa yang dituangkan dari sumber yang tak pernah kering itu, berbeda – beda sesuai dengan perbedaan kemampuan dan kecenderungan mereka, namun semua mengandung kebenaran. Al Quran layaknya sebuah permata yang memancarkan cahaya yang berbeda – beda sesuai dengan sudut pandang masing – masing.
Tiada bacaan seperti Al Quran yang diatur tata cara membacanya, mana yang dipendekkan, dipanjangkan, dipertebal, atau diperhalus ucapannya, dimana tempat yang terlarang atau harus memulai dan berhenti, bahkan diatur lagu dan iramanya, sampai kepada etika membacanya.
Tiada bacaan sebanyak kosakata Al Quran yang berjumlah 77.439 kata dengan jumlah huruf 323.015 huruf yang seimbang jumlah kata – katanya, baik antara kata dan padanannya, maupun kata dengan lawan kata dan dampaknya.
Sebagai contoh, kata hayat terulang sebanyak antonimnya maut, masing – masing 145 kali. Akhirat terulang 115 kali sebanyak kata dunia, malaikat terulang 88 kali sebnyak kata setan, thuma’ninah (ketenangan) terulang 13 kali sebanyak kata dhiyq (kecemasan); panas terulang 4 kali sebanyak kata dingin.
Kata infaq terulang sebanyak kata yang menunjuk dampaknya yaitu ridha (kepuasan) masing – masing 73 kali, kikir sama dengan akibatnya yaitu penyesalan masing – masing 12 kali; zakat sama dengan berkat yakni kebajikan yang melimpah sebanyak 32 kali. Masih amat banyak keseimbangn lain nya seperti kata yaum (hari) terulang sebanyak 365, sejumlah hari – hari dalam setahun, kata syahr (bulan) terulang 12 kali juga sejumlah bulan dalam setahun.
Orientalis H.A.R Gibb pernah menulis bahwa : tidak ada seorang pun dalam seribu lima ratus tahun ini yang telah memainkan “alat” bernada nyaring yang demikian mampu dan berani, dan demikian luas getaran jiwa yang diakibatkannya, seperti yang dibaca Muhammad (Al Quran).”


so? masih malas baca Al Quran?

Wednesday, January 8, 2014

TAKUTLAH dengan ANAKMU! [sebuah renungan]

Judul di atas kami ambil karena banyak orang tua yang mengeluh karena prestasi anak yang jeblok.
Pertanyaan yang paling baik dari kami adalah :

Sudahkah ibu/bapak mengetahui penyebab hal tersebut?

jawabannya beragam :
ada yang bilang kami sibuk bekerja, saya pulang malam, ayahnya pulang pagi
ada yang bilang anak hanya menonton televisi ketika disuruh belajar,
ada yang bilang kami sudah berusaha semaksimal mungkin,
ada yang bilang kehabisan akal, dsb

pernyataan kami selanjutnya sebenarnya hanya membalik apa yang mereka katakan.

- kalau bapak terlalu sibuk bekerja, kurangilah waktu kerja bapak dan ibu
- kalau anak hanya menonton televisi ketika disuruh belajar, bapak dan ibu harus juga tidak menonton televisi ketika anak belajar
- kalau bapak dan ibu berkata sudah berusaha semaksimal mungkin, berarti bapak dan ibu perlu berusaha lebih maksimal dari sekarang,
- kalau bapak dan ibu bilang sudah kehabisan akal, berarti bapak dan ibu bukan manusia, karena yang membedakan manusia dan hewan adalah akalnya.
#ups, yang terakhir tidak mungkin kami katakan.... heee
pernyataan yang akan kami lontarkan setelah bapak dan ibu berkata sudah kehabisan akal adalah belilah akal yang baru di toko-toko terdekat.
hee

Pak, bu,
anak bapak dan ibu adalah anugerah dari Allah yang harus bapak dan ibu pertanggunjawabkan nanti di hadapanNya. Banyak orang yang telah berusaha untuk mendapatkan putra dan putri namun belum diijinkanNya. Maka bapak dan ibu yang telah diijinkanNya, peliharalah dengan baik, rawatlah dengan baik, dan didiklah dengan baik.
Jadi, kalau ada pepatah : "Jangan berani dengan orang tuamu!",
kami akan balik pepatah itu  menjadi : " Takutlah dengan ANAKMU!"
Mengapa?
Takutlah dengan anakmu jika dia tidak naik kelas
Takutlah dengan anakmu jika dia tidak mampu meraih kebahagiaan hidup

Takutlah dengan anakmu jika dia tidak bisa membaca Al Quran
Takutlah dengan anakmu jika dia tidak bisa sholat dengan benar
dan yang pasti :
Takutlah dengan anakmu yang ketika nanti engkau tinggal di dunia ini namun tidak bisa mendoakanmu.  Sungguh, tangisan penyesalanmu nanti di sana tidak akan merubah apapun.....
Anak yang sholeh adalah amal jariyah yang telah dijamin tidak akan terputus pahalanya sampai kapanpun.
Belum terlambat pak, bu. Kita masih ada di samping anak-anak kita. Kita pasti masih bisa merubah mereka menjadi pribadi yang lebih baik dari sekarang.
Percayalah,
Setiap anak berhak untuk pandai
Setiap anak berhak untuk menjadi pemimpin
Setiap anak berhak untuk berbahagia
Setiap anak berhak untuk menjadi imam masjid
Setiap anak berhak untuk menjadi yang terbaik

_admin

Saturday, November 23, 2013

Rahasia Malam (Kultum Pagi oleh Pak Supriyadi)

Dan pada sebagian malamhari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji. Dan katakanlah : "Ya Tuhanku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong. Dan katakanlah : "Yang benar telah datang dan yang bathil telah lenyap". Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap. (Q.S Al Isra : 79-81). Malam berbeda dengan siang. Malam itu gelap dan siang itu terang, karena itu waktu malam lebih cocok untuk tidur, bersenang-senang degnan keluarga dan istirahat. Siang itu sebenarnya adalah waktu bangun dan bekerja dalam mencari karunia Allah.

Karena itu, di mana-mana di seluruh dunia, waktu kerja resmi selalu di siang hari. waktu kerja malam sebenarnya bersifat emergency untuk mengurus kepentingan umum seperti kesehatan, keamanan, dan lain-lain. kegiatan umat manusia pada umumnya di siang hari, maka suasana malam lebih hening dan tenang. Suasana seperti ini lebih cocok untuk beribadah dan membuka kontak batin dengan Allah Tuhan Pencipta. Batin manusia adalah suatu yang bersifat spiritual yang tidak bisa diindera oleh manusia dan Allah Maha Tinggi juga adalah sesuatu yang bersifat spiritual yang tidak bisa diindera oleh manusia. Pada waktu itulah spirit bertemu dengan spirit sehingga terjadi komunikasi yang menyambung. di siang hari, manusia sibuk dengan urusan keluarga, ekonomi, kegiatan masyarakat dan negara. Boleh jadi di siang hari orang tidak fokus dalam mengingat Allah dan beribadah kepada-Nya. Lagi pula kekurangan istirahat di malam hari bisa diganti di siang hari di saat waktu istirahat biasa.
"Sesungguhnya kamu mempunyai kesibukan yang panjang di siang hari". (Q.S Al Muzammil : 7)

Urusan dunia telah menguras tenaga dan pikirannya di sepanjang hari. Banyak prestasi yang telah ia raih, tetapi juga banyak cita-cita yang belum tercapai dan masalah yang susah untuk dipecahkan. Allah Yang Maha Tahu menyediakan waktu baginya di malam hari untuk memenangkan hati dan pikiran sambil memberikan kesempatan kepadanya di waktu - waktu tertentu di bagian malam untuk munajat kepada Allah, mengadukan nasibnya dan memohon jalan keluar untuk masalah yang sedang ia hadapi. Ini adalah bagian dari sifat Rahman dan Rakhim Allah S.W.T. Quran mengatakan bahwa bangun di waktu malam sangat kondusif untuk berhubungan dnegan Allah melalui berbagai upaya seperti shalat, zikir, doa, membaca Al Quran, istighfar, taubat, tafakkur, minta pendapat (istikharah) dan lain-lain.

Shalat malam ada yang bersifat wajib ada yang bersifat sunnat. Shalat wajib adalah shalat maghrib di awal malam, shalat Isya di awal/pertengahan malam dan shalat Subuh di akhir malam. Shalat sunnat ada yang dilakukan sebelum shalat wajib atau setelahnya, dan juga shalat sunnat malam yang disebut qiyamul-lail seperti shalat tahajjud dan shalat tarawih di malam ramadhan serta shalat witir, yang waktunya mulai shalat Maghrib dan Isya sampai menjelang subuh. Shalat malam yang utama adalah yang dilakukan setelah bangun dari tidur di malam hari, di saat orang lain sedang tidur nyenyak. Inilah yang disebut shalat tahajjud. Di saat itu, insan mu'min bangun dari tidurnya yang nyenak. Ia kalahkan perasaan kantuk yang berat, lalu berwudhu dan melakukan shalat mlam dengan khusyuk menghadap Allah S.W.T.

Lakukanlah shalat sunnat tahajjud di sebagian malam; mudah-mudahan Tuhanmu akan membangkitkanmu pada tempat yang terpuji. (Q.S. Al Isra 79). Quran mengatakan bahwa shlata malam asyaddu watha'an wa aqwamu qila (sangat menyambung degnan Allah dan ucapannya sangat mantap). Shalat malam menjadi menyambung dan mantap karena dilakukan dengan tekad mengalahkan kantuk, membasahi anggota tubuh dengan air wudhu, suasana yang hening di mana yang terdengar hanya bisikan dan desir nafas hamba yang sedang membaca bacaan shalat, zikir, dan doa dengan penuh tekun, kata demi kata diikuti dengan persaan harap-harap cemas apakah akan memperoleh kasih sayang-Nya atu tetap dalam kesulitan.

Bacaan shalat yang membimbing orang beriman kepada kehidupan yang dirihdai Allah. Bacaan shalat mulai takbiratul ikhram, doa iftitah, Al Fatihah, bacaan ayat-ayat Quran, doa dan zikir ruku', sujud, dan duduk di antara dua sujud, sampai kepada salam, semuanya adalah bacaan yang mengingatkan orang beriman akan kebesaran Allah dan kebutuhan manusia kepada Nya. Tidak ada tempat berlindung yang lebih aman kecuali kepada Allah. Bacaan tersebut akan lebih menyambung dan mantap bila dilakukan dengan pengertian. Memahami bacaan adalah sebagian dari praktek shalat yang khusyuk di mana antara amalan mulut, hati, dan badan tidak terpisah. Karena itu, ada kewajiban setiap orang beriman untuk belajar bahasa Arab, paling tidak bahasa Arab menyangkut bacaan-bacaan yang ada dalam ibadah shalat, doa dan zikir.

Dulu untuk belajar bahasa Arab orang harus masuk pesantren atau jadi santri di madrasah, tetapi sekarang banyak cara yang bisa dilakukan. Pepatah lama mengatakan bahwa tidak satu jalan ke roma. Pada waktu ini banyak metode yang ditemukan oleh para ahli untuk menguasai bahasa Arab praktis. Bagi yang mempunyai peluang, banyak lembaga yang menyelenggarakan kursus-kursus dan buku-buku praktis yang bisa digunakan untuk belajar. Bila ada kemauan pasti ada jalan.

Di samping bacaan shalat, ada zikir dan do'a yang bisa dipanjatkan oleh Allah. Allah dan Rasul telah mengajarkan zikir untuk berbagai keperluan dankesempatan dalam rangka mendekatkan diri kepada Tuhannya, termasuk zikir di shalat malam. Mengenai doa ada dua jenis. Pertama adalah doa-doa dengan formula-formula baku dari Qur'an dan Sunnah. Formula-formula tersebut adalah untuk dijadikan contoh bagi orang beriman. Kedua adalah doa yang baik sesuai kebutuhan orang yang berdoa dengan bahasa dan susunan kata yang ia pilih sendiri. Doa yang maqbul bersyarat dengan ketulusan hati, keimanan yang kuat dan harapan yang besar akan mustajab dari Allah S.W.T.

Di antara doa shalat malam :
Tuhanku! Masukkanlah aku ke tempat masuk orang yang benar! Keluarkanlah aku dari tempat keluar orang yang benar dan jadikan untukku dari sisi Engkau tempat yang terpuji!(Q.S. Al Isra : 75)
Telah datang kebenaran dan telah hancur kebatilan dan kebatilan itu sudah semestinya hancur! (Q.S Al Isra : 76)
Bacaan ini mengisyaratkan bahwa Allah akan selalu memenangkan kebenaran dan membatalkan kebatilan. Bila hamba berjalan di jalan yang benar dan ia konsisten untuk itu, maka Allah pasti akan membantunya. Dosa-dosanya akan diampuni. Kesalahan-kesalahannya akan diperbaiki. Cita-citanya akan tercapai. Kasih sayang Allah akan selalu menyertainya.

Allah Maha Rahman memberikan sebuah media kepada hambaNya yang beriman untuk keluar dari keragu-raguan yang dihadapinya dalam hidup. Media itu adalah shalat istikharah (mohon pertimbangan Allah untuk memantapkan hati terhadap sebuah pilihan yang lebih baik), lebih afdal dilakukan di malam hari. Boleh jadi seorang insan dihadapkan pada dua pilihan yang sulit. Misalnya dalam memilih teman hidup (seorang calon istri atau calon suami), tempat bekerja yang cocok, pegawai dan teman sekerja, atau proyek tertentu yang menyangkut kepentingan orang banyak. di saat pertimbangan orang terdekat tidak dapat meyakinkan hati, maka pada waktu ia munajat kepada Allah melalui shalat istikharah, mohon supaya diberikan jalan yang benar. Shalat istikharah dapat dilakukan berkali-kali sampai hatinya mantap untuk membuat sebuah keputusan yang tepat.

Orang yang bangun di tengah malam dalam rangka beribadah kepada Allah dan mendekatkan diri kepadaNya mempunyai kedudukan tersendiri di sisi Allah.

Friday, November 15, 2013

Menggapai Hati yang Istiqomah (Kultum Pagi oleh Bu Dhian)



Hati adalah sumber kebaikan dan keburukan seseorang. Bila hati penuh dengan ketaatan kepada Allah, maka perilaku seseorang akan penuh dengan kebaikan. Sebaliknya, bila hati penuh dengan syahwat dan hawa nafsu, maka yang akan muncul dalam perilaku adalah keburukan dan kemaksiatan.
Keburukan dan kemaksiatan ini bisa datang karena hati seseorang dalam keadaan lengah dari dzikir kepada Allah. Ibnul Qoyyim al-Jauziyah berkata, “Apabila hati seseorang itu lengah dari dzikir kepada Allah, maka setan dengan serta merta akan masuk ke dalam hati seseorang dan mempengaruhinya untuk berbuat keburukan. Masuknya setan ke dalam hati yang lengah ini, bahkan lebih cepat daripada masuknya angin ke dalam sebuah ruangan.”
Oleh karena itu, hati seorang mukmin harus senantiasa dijaga dari pengaruh setan ini. Yaitu, dengan senantiasa berada dalam sikap taat kepada Allah SWT. Upaya inilah yang disebut dengan Istiqamah.
Imam al-Qurtubi berkata, “Hati yang istiqamah adalah hati yang senantiasa lurus dalam ketaatan kepada Allah, baik berupa keyakinan, perkataan, maupun perbuatan.” Lebih lanjut beliau mengatakan, “Hati yang istiqamah adalah jalan menuju keberhasilan di dunia dan keselamatan dari azab akhirat. Hati yang istiqamah akan membuat seseorang dekat dengan kebaikan, rezekinya akan dilapangkan dan akan jauh dari hawa nafsu dan syahwat. Dengan hati yang istiqamah, maka malaikat akan turun untuk memberikan keteguhan dan keamanan serta ketenangan dari ketakutan terhadap adzab kubur. Hati yang istiqamah akan membuat amal diterima dan menghapus dosa.”
Ada banyak cara untuk menggapai hati yang istiqamah ini. Di antaranya:   Pertama, meletakkan cinta  kepada Allah SWT di atas segala-galanya. Ini adalah persoalan yang tidak mudah dan butuh perjuangan keras. Karena, dalam kehidupan sehari-hari kita sering mengalami benturan antara kepentingan Allah dan kepentingan makhluk, entah itu kepentingan orang tua, guru, teman, saudara, atau yang lainnya. Apabila dalam kenyataanya kita lebih mendahulukan kepentingan makhluk, maka itu pertanda bahwa kita belum meletakkan cinta Allah di atas segala-galanya.
Padahal, Allah SWT telah menegaskan bahwa siapa yang lebih mencintai sesuatu selain Allah, maka ia justru akan tersiksa dengan rasa cintanya itu. Siapa yang takut karena selain Allah, maka ia justru akan dikuasai oleh rasa takutnya itu. Siapa yang sibuk dengan selain Allah, maka ia akan mengalami kebosonan dan siapa yang mendahulukan yang lain daripada Allah, maka ia tidak akan mendapatkan keberkahan dari-Nya.
Kedua, membesarkan perintah dan larangan Allah. Membesarkan perintah dan larangan Allah harus dimulai dari membesarkan dan mengagungkan pemilik perintah dan larangan tersebut, yaitu Allah SWT. Allah SWT berfirman yang artinya, “Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah.” Ulama dalam menafsirkan ayat ini mengatakan, “Mengapa kalian tidak takut akan kebesaran Allah.”
Membesarkan perintah Allah di antaranya adalah dengan menjaga waktu salat, melakukannya dengan khusyu, memeriksa rukun dan kesempurnaannya serta melakukannya secara berjamaah.
Ketiga, senantiasa berzikir kepada Allah. Zikir adalah wasiat Allah kepada hamba-hamba-Nya dan wasiat Rasulullah kepada ummatnya. Dalam sebuah hadis qudsi Allah SWT berfirman, “Barangsiapa yang mengingat-Ku di dalam dirinya, maka Aku akan mengingat-Nya dalam diri-Ku. Dan barang siapa yang mengingat-Ku dalam kesibukan, maka Aku akan mengingat-Nya dalam kesibukan yang lebih baik darinya.” (HR Bukhari).
Keempat, Mempelajari kisah orang-orang saleh terdahulu. Hal ini diharapkan agar kita bisa mengambil pelajaran dari mereka. Bagaimana kesabaran mereka ketika menghadapi ujian yang berat, kejujuran mereka dalam bersikap, dan keteguhan mereka dalam mempertahankan keimanan.
Allah SWT berfirman, “Sungguh dalam kisah-kisah mereka terdapat ibrah (pelajaran) bagi orang yang memiliki akal, ….”
Kelima, senantiasa berpikir tentang kebesaran ciptaan Allah. Allah SWT memiliki ciptaan yang indah dan besar. Dengan memikirkan ciptaannya diharapkan bisa menyadari betapa besar kekuasaan Allah terhadap ciptaan-Nya itu. Allah SWT berfirman, “Wahai manusia, telah diberikan kepada kalian beberapa permisalan, maka dengarkanlah (perhatikanlah) permisalan itu. Sesungguhnya orang-orang yang engkau seru selain Allah, mereka tidak akan mampu untuk menciptakan lalat, meskipun untuk melakukannya itu mereka berkumpul bersama.”
Demikianlah beberapa hal yang akan mengantarkan kita kepada hati yang istiqamah. Dan mudah-mudahan saja kita bisa mendapatkannya.

Tuesday, November 12, 2013

Cara Melatih Kesabaran (Kultum Takwin oleh Bu Siti Nurhayati)

Bu Siti dalam kesempatan kultum takwin pada hari Kamis, 7 November 2013 menyampaikan cara melatih kesabaran menurut Musthapa Al Ghalyani.  Adapun cara yang disarankan oleh beliau adalah :
1. Berfikir positif terhadap cobaan yang menimpa hidup kita.
2. Dengan banyak melakukan amalan - amalan sunah (berzikir, membaca Al Quran dan sholat malam). Tipsnya adalah lakukan sedikit demi sedikit, tapi rutin.
Sahabat bertanya : bagaimana jika tidak pernah melakukan amalan sunah wahai Rasulullah? Rasulullah menjawab : tentu habislah kesabaran ketika mendapat ujian. Apabila kesabaran habis maka naiklah emosi yang dapat menimbulak penyakit hati seperti putus asa, stress, benci, dendam, buruk sangka. Dalam surat Ar Rad ayat 28 yang artinya : ketahuilah hanya dengan mengingat Allah maka hati menjadi tenang.
3. Perbanyak mendengarkan kajian keislaman, agar kita dapat memahami tentang kekurangan kita.
4. Berkumpullah dengan orang-orang yang banyak ilmu agamanya.
5. Maafkan selalu kekurangan orang lain yang membuat anda marah.

Menurut AA Gym, sabar adalah ilmu tingkat tinggi, belajarnya tiap hari, sekolahnya seumur hidup, latihannya setiap saat, dan ujiannya mendadak.
Maka dari itu, kita harus senantiasa melatih diri untuk bersabar. Kesabaran dan rasa syukur adalah dua hal yang mengindahkan setiap muslim. Dalam bukunya Barakallahulaka, Salim Al Fillah mengatakan, "urusan setiap orang muslim itu indah, karena Allah meminta hambanya bersyukur ketika diberi nikmat, dan bersabar ketika hambanya diberikan ujian."
Indah bukan?

Semoga kita diberikan kemudahan untuk mempraktekkan dan terus meningkatkan tingkat kesabaran kita,
Aamiin

_admin

Thursday, October 31, 2013

Penyebab Doa Tidak Terkabul (Kultum Takwin oleh Pak Herry Purwanto)


Pak Herry Purwanto dalam kesempatan takwin pagi tanggal 31 Oktober 2013 menyampaikan kepada kami tentang Penyebab Do’a Tidak Terkabul.
Penyebab Do’a Tidak Terkabul tentunya harus kita ketahui sebelum kita berdo’a sampai panjang lebar kepada Allah SWT. Dan biasanya orang berdo’a tidak terkabul itu mudah berputus asa, sehingga ia tidak mau mengoreksi dirinya. Bahkan Tuhanlah yang disalahkan, padahal diterima tidaknya suatu do’a itu tergantung orang yang berdo’a itu sendiri, seorang ulama bernama Ibrohim bin Adham ketika ia berkunjung ke Basroh dan disana ia di datangi orang-orang yang mengadukan pertanyaan: ” Apakah sebabnya nasib kami itu tidak kunjung berubah, padahal kami selalu berdo’a kepada Allah dan bukankah Dia berjanji akan mengabulkan do’a hambaNya?”.

Ibrohim bin Adham menjawab: “Sebenarnya do’a tidak terkabul itu ada sepuluh macam sebab, di antaranya:

1. Kamu mengaku mengenal Allah, namun hak-haknya tidak kamu penuhi.
2. Kamu mengaku cinta kepada Rosul, namun sunnah-sunnahnya tidak kamu jalani.
3. Kamu membaca Al-Qur’an, namun isinya yang terkandung tidak kamu amalkan.
4. Kamu mengakui syetan itu adalah musuhmu, namun perbuatanmu persis dengan perbuatan syetan.
5. Kamu berdo’a memohon agar dihindarkan diri dari siksa neraka, namun dirimu kau campakkan ke dalamnya dengan banyak berbuat dosa dan maksiat.
6. Kamu berdo’a memohon agar bisa masuk surga, namun amal perbuatanmu tidak mencerminkan untukNya.
7. Kamu sibuk menggunjingkan aib orang lain, namun aibmu sendiri kau lupakan.
8. Kamu percaya bahwa kematian itu pasti datang, namun kamu tidak mempersiapkan diri untuk menghadapinya dengan banyak berbuat kebaikan.
9. Kamu kuburkan orang yang mati, namun kamu tidak mengambil pelajaran dari peristiwa kematian itu.
10. Kamu rasakan nikmat dari Tuhanmu, namun kamu tidak pernah bersyukur kepada si Pemberi nikmat itu.

Selanjutnya Ibrohim berkata: “Karena itu bagaimana mungkin do’amu akan terkabul”?

Sedikit tambahan dari saya, sebagaimana disampaikan oleh Ustadz Yusuf Mansyur (YM) dalam tausiahnya “10 Dosa Besar” disebutkan bahwa jika kita melakukan salah satu dari ke sepuluh dosa tersebut membuat doa, permintaan, hajat dan keinginan kita akan sulit terwujud. Kesepuluh dosa besar tersebut adalah :
1. syirik (menyekutukan Allah)
2. meninggalkan sholat
3. durhaka kepada orang tua
4. zina
5. memakan rizki haram
6. judi
7. meminum khamr
8. memutuskan silaturahmi
9. ghibbah
10. kikir

Beliau juga berkata, seandainya kita telah melakukan satu dari kesepuluh dosa besar tersebut, dan kita belum bertaubat dengan sungguh-sungguh, mungkin jika kita masih hidup saja sudah harus sangat bersyukur. Karena akibat (balasan/azab) dari dosa tersebut amatlah perih.

Mari kita jadikan ini sebagai bahan renungan kita, muhasabah kita, refleksi diri kita.
Bagaimanakah kita dalam hidup selama ini, sampai dengan saat ini?
Bagaimanakah kita dalam menyikapi segala persoalan dalam hidup kita?
Dan harus bagaimanakah kita dalam bertindak dan berperilaku di masa yang akan datang.